, ,

Kisah Ahmad Sahroni Nyamar ART saat ‘Diamuk’ Massa Penjarah!

oleh -1166 Dilihat
oleh

Mediaex Manado – Kisah Ahmad Sahroni Nyamar ART saat ‘Diamuk’ Massa Penjarah! menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah Indonesia. Jakarta kala itu berubah menjadi kota yang penuh api, teriakan, dan ketakutan. Di tengah kekacauan besar itulah, seorang pemuda bernama Ahmad Sahroni—yang kini dikenal sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok” sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI—pernah mengalami pengalaman hidup yang tidak akan pernah ia lupakan: menyamar menjadi Asisten Rumah Tangga (ART) demi menyelamatkan diri dari amukan massa penjarah.Kisah Ahmad Sahroni Nyamar ART saat 'Diamuk' Massa Penjarah! – BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara

baca juga: Dirgayuza Setiawan Diduga Penulis Teks Pidato Bersejarah Prabowo di PBB

Suasana Mencekam di Tengah Aksi Penjarahan

Sahroni, yang kala itu masih berjuang dari bawah, berada di lingkungan padat penduduk Jakarta Utara. Kerusuhan menjalar cepat, toko-toko dibakar, pusat perbelanjaan dijarah, dan banyak orang tak bersalah ikut jadi korban amukan massa. Situasi begitu mencekam—ketakutan bercampur dengan insting bertahan hidup.

 Mereka bisa menjadi target amukan, bahkan tanpa alasan jelas. Sahroni merasakan langsung bahaya itu.

Ide Penyamaran yang Menyelamatkan Nyawa

Di tengah kepanikan, Sahroni mengambil keputusan cepat. Ia mengenakan pakaian lusuh dan pura-pura menjadi seorang pembantu rumah tangga. Dengan cara itu, ia berharap tidak menarik perhatian massa. Bagi orang lain, mungkin ide itu terdengar sederhana, tetapi dalam kondisi genting, itu adalah strategi penyelamatan hidup.

“Kalau saya tidak menyamar, mungkin saya sudah jadi korban.

Ternyata penyamaran tersebut berhasil.

Dari Ketakutan ke Kesuksesan

Bagi Sahroni, peristiwa itu bukan hanya sekadar pengalaman buruk, tetapi juga menjadi pelajaran berharga. Ia menyadari betapa rapuhnya manusia saat berhadapan dengan kondisi kacau, dan betapa pentingnya kecerdikan serta keberanian untuk mengambil keputusan cepat.

Kini, setelah melewati masa-masa sulit dan meniti karier hingga sukses sebagai pengusaha sekaligus politisi, kisah penyamarannya di era kerusuhan 1998 sering ia ceritakan sebagai pengingat. Bahwa kesuksesan bukanlah datang begitu saja, melainkan lahir dari perjalanan penuh luka, ketakutan, dan perjuangan.

Pelajaran dari Sebuah Penyamaran

 Penyamaran sebagai ART mungkin terdengar sepele, tetapi pada kenyataannya, itu menyelamatkan nyawanya.

Bagi Sahroni, pengalaman tersebut juga menjadi titik balik. Dari seorang anak kampung yang pernah hidup sederhana, ia kini menjadi salah satu tokoh penting di Senayan dengan kekayaan dan pengaruh besar. Namun, di balik semua itu, ia tetap menyimpan kenangan pahit tentang hari-hari di mana nyawanya hampir melayang.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.