Tokyo – Komunitas warga asal Manado yang menetap di Jepang terus menunjukkan kecintaan mereka terhadap tanah kelahiran dengan melestarikan budaya Minahasa. Langkah ini mereka wujudkan melalui pembentukan kelompok seni yang rutin menampilkan tarian serta musik tradisional di berbagai festival kota. Selain itu, mereka ingin memperkenalkan kekayaan identitas Sulawesi Utara kepada masyarakat internasional di Negeri Sakura tersebut.
Pertunjukan Tari Kabasaran dan Kolintang
Awalnya, kegiatan ini hanya bermula dari kerinduan sekelompok kecil warga perantauan untuk berkumpul dan bernostalgia bersama teman sekampung. Oleh karena itu, mereka mulai berlatih Tari Kabasaran dan musik Kolintang secara swadaya di sela-sela waktu istirahat kerja atau kuliah. Meskipun jadwal harian mereka sangat padat, namun semangat untuk menjaga warisan leluhur tetap membara di hati para perantau tersebut.
Kemudian, kelompok seni ini mulai mendapatkan undangan untuk tampil dalam acara kebudayaan resmi yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia. Sebab, keunikan gerakan serta kostum tradisional Minahasa selalu berhasil memukau penonton lokal maupun turis asing yang hadir. Jadi, promosi budaya ini sekaligus menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan sesama warga kawanua yang tinggal di perantauan.
Baca juga:Dana Desa 2026 Dirombak, 58% Anggaran Wajib untuk KDMP

Pengenalan Kuliner dan Tradisi Lokal
Selanjutnya, komunitas ini juga sering mengadakan acara makan bersama dengan menyajikan berbagai menu kuliner khas Manado yang sangat autentik. Sebab, makanan merupakan jembatan paling efektif untuk memperkenalkan keramahtamahan serta kehangatan budaya masyarakat Sulawesi Utara kepada warga Jepang. Oleh sebab itu, mereka sering mengajak rekan sejawat dari Jepang untuk mencicipi masakan tradisional guna memperluas jalinan persahabatan.
Saat ini, generasi muda perantau mulai memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan setiap kegiatan kebudayaan yang mereka lakukan di Jepang. Bahkan, mereka rutin membuat konten edukatif mengenai makna di balik setiap simbol budaya agar nilai-nilai luhur tersebut tidak luntur oleh zaman. Sebagai tambahan, dukungan dari pemerintah daerah di Sulawesi Utara sangat mereka harapkan guna menunjang pengiriman alat musik tradisional tambahan.
Harapan bagi Eksistensi Budaya di Luar Negeri
Singkatnya, perjuangan warga Manado di Jepang dalam menjaga budaya merupakan bukti nyata bahwa jarak bukan penghalang untuk mencintai jati diri. Di sisi lain, konsistensi mereka dalam berpromosi turut membantu meningkatkan citra positif pariwisata Indonesia di mata dunia internasional. Akhirnya, seluruh anggota komunitas berharap agar semangat gotong royong ini tetap terjaga demi keberlangsungan budaya Minahasa di masa depan.





